Minggu, 27 Agustus 2017

Amazarashi (tokyo ghoul)

Musim-musim pun Memati, Satu demi Satu

Musim-musim pun mati, satu demi satu, erangan pemusnahan melolong di angin…
Seorang pria yang tak peka terhadap pesona kota melihat ke bulan dan sadari betapa tak murninya ntuh.


Di antara kehidupan sehari-hari yang tersandung oleh lumpur, hujan ntuh rasanya bak alkohol.
Dengan mata yang penuh dengan keapatisan pas mengembara kota, yang tak berdosa berkumpul di depan stasiun, bertingkah mencurigakan.


Demi tegakkan fakta labil “diriku”, yang bak bayangan setengah transparan yang t’lah terhidupkan.
Jika kumenyanyi di tengah hujan, akankah awan ‘kan bubrah? Hidupku mengering kerontang di tengah-tengah musim panas yang meriah ini.


Duhai masa laluku yang memuakkan, kepadamu kutawarkan puisi perpisahan ini!
Kuharus membuang sisa-sisa hari ini yang tak boleh kian memburuk lagi, pun mimpi-mimpi yang paling mengerikan ini, meski itu bisa membunuhku.
Karena dalam kehidupan berikutnya, bunga ‘kan memekar ‘tuk kisahkanmu sebuah puisi peralihan.
Sebuah lagu yang penuh dengan penderitaan, dari yang berduka dan mengerang, tapi tak pernah bisa mati… meski kekurangan sinar matahari.


Hari esok ‘kan mati, satu demi satu, meski dikau terburu-buru, kau ‘kan rindukannya setelah ntuh ‘jadi masa lalu,
Tapi, bagi kita yang terburu-buru ‘lalui kehidupan, api kita berubah-ubah, dan kita selalu bubuhkan makna setelah fakta.
Demi tegakkan fakta labil “dirimu”, egomu yang tak stabil berusaha membencimu.
Diriku dirimu hanya bisa bernyanyi, akankah kegelapan ‘kan terhalau? Hidupmu t’lah diserahkan pada mimpi busuk sampai intinya.


Duhai masa laluku yang memuakkan, kepadamu kutawarkan puisi perpisahan ini!
Kuharus membuang sisa-sisa hari ini yang tak boleh kian memburuk lagi, pun mimpi-mimpi yang paling mengerikan ini, meski itu bisa membunuhku.
Karena dalam kehidupan berikutnya, bunga ‘kan memekar ‘tuk kisahkanmu sebuah puisi peralihan.
Sebuah lagu yang penuh dengan penderitaan, dari yang berduka dan mengerang, tapi tak pernah bisa mati… meski kekurangan sinar matahari.


Dengan wajah lelah, tertatih-tatih, sipitkan mata pada matahari tenggelam yang tercermin…
Kita ‘habiskan waktu bertanya-tanya apakah kita harus pergi atau balik pulang. Kuyakin kita akan ‘hadapi kesulitan … tapi setelah keraguan kecil, kita tegakkan tubuh dan kepala ‘tuk maju ke depan.
Benar, kita harus melangkah maju! Meski tanpa apa-apa, kita harus terus hidup!
Soalnya, hidup kita hanyalah sepanjang jalan, kita ‘kan tinggalkannya di sini seberlanjutnya kita, sekecil apapun ntuh.


Duhai masa laluku yang memuakkan, kepadamu kutawarkan puisi nostalgia ini.
Andai kuangankan hari yang tak boleh kian menburuk, pun mimpi-mimpi yang paling mengerikan ntuh, dikau tampak begitu jauh!
Bunga kita ‘kan layu suatu hari nanti, hidup kita pun ‘kan kembali ke siklus kehidupan.
Sebuah lagu yang penuh dengan penderitaan, dari yang berduka dan mengerang, tapi tak pernah bisa mati… meski kekurangan sinar matahari.

Musim pun terhidupkan kembali, satu demi satu.

Sabtu, 01 April 2017

Bayangan Hitam


Berhitung bersama sementara melangkah menuju garis goal
Kita masih belum mengetahui apa pun
Melampaui garis itu dan lalu menghilang pada belakangku
Kita masih belum mengetahui apa pun

Berkeringat, berkeringat dan berkeringat
Keringat yang bersinar mengalir dengan derasnya

Pasti ada banyak hal yang telah terlupakan
Semuanya dan bahkan dia hanyalah bayangan hitam
Berpura-pura melupakan hal yang begitu berharga
Dan tersenyum tanpa mengatakan apa pun

Saat berhitung kita mengingat semuanya
Mungkin kita juga pasti menginginkan sesuatu
Aku mengetahuinya dan ah, aku menyadarinya
Jarum jam di hari itu tak dapat terhentikan

Berjuang, berjuang dan terus berjuang
Waktu dan kenangan berlalu dan akan terus berlalu

Pasti ada banyak hal yang telah terlupakan
Semuanya dan bahkan dia hanyalah bayangan hitam
Berpura-pura melupakan hal yang dikhawatirkan
Dan tersenyum tanpa mengatakan apa pun

Melayang-layang, melayang-layang bagaikan menari
Bagaikan daun yang memiliki tujuan
Aku juga ingin terus maju tanpa terburu-buru

Pasti ada banyak hal yang telah terlupakan
Namun pasti ada sesuatu yang takkan berubah
Dan kau yang mengajarkan sesuatu kepadaku
Adalah bayangan hitam yang menghilang

Menjaga hal berharga dan menjadi lebih dewasa
Tak akan pernah melepaskannya kapan pun itu
Terus melindunginya hingga suatu saat nanti
Dan tersenyum tanpa mengatakan apa pun

Melayang-layang, melayang-layang bagaikan menari
Kemudian daun itu pun terbang ke langit

Tak Apa-Apa


Angin yang berhembus di antara kita berdua
Membawa sepenggal rasa sepi dari suatu tempat
Langit setelah ia meneteskan air mata itu
Terlihat lebih cerah daripada sebelumnya

Kata-kata dari ayahku yang selalu terdengar tegas
Hari ini entah kenapa terasa begitu hangat
Kebaikan, senyuman, cara berbicara tentang impian
Semuanya tak kuketahui karena aku hanya menirukannya

Lebih lama lagi, sedikit lebih lama lagi
Aku ingin lebih lama lagi
Lebih lama lagi, sedikit lebih lama lagi
Bisakah kita bersama lebih lama lagi?

Kita adalah pilot waktu, pendaki yang menaiki waktu
Aku sudah lelah dengan permainan petak umpet waktu ini

Alasan kenapa kau tersenyum saat sedih dan menangis saat bahagia
Adalah karena hatimu telah menaklukan dirimu

Mainan yang kudapatkan dengan berharap pada bintang
Sekarang tergeletak di suatu sudut kamarku
100 harapan yang telah kukumpulkan di hari ini
Suatu saat aku akan mengubahnya menjadi 1 harapan

Aku yang biasanya jarang berbicara dengan orang itu
Sore ini aku akhirnya mengucapkan "sampai ketemu"
Lakukanlah hal yang tak biasa kau lakukan
Apalagi saat kau berada di dekatku

Lebih lama lagi, sedikit lebih lama lagi
Aku ingin lebih lama lagi
Lebih lama lagi, sedikit lebih lama lagi
Bisakah kita bersama lebih lama lagi?

Kita adalah pilot waktu, aku mengetahui namamu
Bahkan pada saat sebelum aku mengetahui namaku sendiri

Meski pun dunia ini tanpamu, aku pasti dapat mengetahui maknanya
Namun dunia tanpamu itu seperti liburan musim panas di bulan Agustus
Dunia tanpamu itu seperti Santa yang tak pernah tersenyum
Dunia tanpamu itu seperti...

Kita adalah pilot waktu, pendaki yang menaiki waktu
Aku sudah lelah dengan permainan petak umpet waktu ini

Tidak apa-apa, sungguh tidak apa-apa
Sekarang aku akan pergi

Kita adalah pilot waktu, pendaki yang menaiki waktu
Aku sudah lelah dengan permainan petak umpet waktu ini

Kau adalah si cengeng dan aku ingin menghentikan air mata itu
Tetapi kau menolak dan aku mengerti saat melihat air mata yang mengalir itu

Alasan kenapa aku tersenyum saat sedih dan menangis saat bahagia
Adalah karena hatiku telah menaklukan diriku

PELUKIS


Melukis! s’lama kuas masih bergerak
Melukis! s’lama warnanya masih ada
“gambar apapun saja” —diriku diberitahu
diberi kanvas putih dengan banyak warna cat
dengan hati yang jernih aku menggenggam kuas
bagiku itu semua tampaklah sangat terang
namun..
s’makin tua garis gambarku terlupakan
s’tiap orang memiliki pendapat sendiri
pencarianku membawakanku ke suatu tempat
oh oh oh oh oh oh oh
tak seorang pun ‘kan mengajariku menggambar
juga tak ingin membiarkanku lakukan
kucampurkan semua warna menjadi kacau
oh oh oh oh oh oh oh
saat diriku sedang mengintip
pakaian bernoda cat, sebuah tekad ‘tuk membuang waktu tidur
dan semangat juang dengan besok tujuannya
s’mua seperti diriku!
Imagine the new world
Imagine the future
warnai s’galanya dengan tanganmu sendiri
Imagine the new world
Imagine the future
s’muanya melindungi impian mereka sendiri
Melukis! s’lama kuas masih bergerak
Melukis! s’lama warnanya masih ada
berpura-pura lupa aku pun tertidur
diriku memakai pensil untuk mencari jawaban
gambar sketsa setengah selesai tiap hari
bersikeras bekerja tak ada yang bisa gangguku
namun..
“apa salahnya menjadi dewasa ?”
“kamu tak dapat hidup ideal sendiri”
kebohongan yang t’lah ku warnai hancur
oh oh oh oh oh oh oh
dirimu tak bisa meng-undo hidupmu
mari meng-redo semua itu bersama
satu jalan goresan pun mulai pudar
oh oh oh oh oh oh oh
ketika ku berbalik tuk mengintip
meskipun sketsaku begitu janggal
semua dilakukan sesuai yang datang ke pikiranku
bebasnya waktu itu !
Imagine the new world
Imagine the future
guyurkan dengan cat warna dirimu sendiri
Imagine the new world
Imagine the future
ada mimpi tak dapat dibayangkan sendiri
Melukis! s’lama kuas masih bergerak
Melukis! s’lama warnanya masih ada
Hey! Ladies & gentlemen, boys & girls
ini adalah sebuah pameran
Look at this: seekor ikan terbang
Look at this: bunga matahati di musim dingin
Look at this: matahari terbit dari barat!
buku yang tidak tentu benar
RED , merah artinya jalan?!
BLUE , biru artinya berhenti?!
YELLOW , ah, eh, tidak juga…
terserah dirimu tuk memilih maknanya
seni adalah ledakan kreativitasmu
coba goreskan , lem kan bersama
coba gesekkan , coba hancurkan
ada yang masih tersisa setelah semua itu
adalah warna yang unik untuk dirimu
Imagine the new world
Imagine the future
warnai s’galanya dengan tanganmu sendiri
Imagine the new world
Imagine the future
s’muanya melindungi impian mereka sendiri
orang-orang yang diluar dan orang-orang yang didalam
yang kaya, yang miskin, dirimu, diriku
kita s’mua punya keunikan
saat kita s’mua berkumpul, memandang dari jauh
bentuk besar dan berwarna
gambaran dari mimpi!
Imagine the new world
Imagine the future
guyurkan dengan cat warna dirimu sendiri
Imagine the new world
Imagine the future
ada mimpi tak dapat dibayangkan sendiri
Melukis! s’lama kuas masih bergerak
Melukis! s’lama warnanya masih ada
Melukis! s’lama kuas masih bergerak
Melukis! s’lama warnanya masih ada

setelah selesai, kavas pun berwarna-warni
gambar apa yang kan kita lukis bersama berikutnya?

Minggu, 19 Maret 2017